Thursday, October 16, 2008

DICARI:MALAIKAT

Aku sangat jenuh dengan pekerjaanku sekarang. Aku bosan. Aku bosan terjebak 9 jam di dalam cubicle kecil jahanam ini, atau kadang terjebak 12 jam bila kerjaanku menumpuk. Lalu aku menengok kanan-kiri memeriksa cubicle rekan-rekan kerjaku, mereka semua tenggelam dengan pekerjaan mereka. Setelah melihat keadaan sekitarku, lalu aku mulai mengendurkan ototku dan duduk selonjor di kursi kerjaku. Aku hanya butuh 10 menit menutup mata untuk menyegarkan diriku. Lalu aku mulai membayangkan berada di sebuah kolam renang dengan pemandangan laut yang luas dan biru, terlihat dari jauh burung-burung laut terbang di angkasa mengawasi mangsanya yang ada di dalam laut.

Tiba-tiba ketika aku sedang menikmati pemandangan itu, rasanya dari dalam kolam, ada yang menarik kakiku, aku pun mulai tenggelam, aku berusaha berenang ke permukaan, namun aku gagal! Ah! Aku terbangun dari tidur ayamku! Ah...entahlah, aku tiba-tiba memutuskan berjalan-jalan di taman, mungkin untuk mencari udara segar, atau mungkin mencari pemandangan baru sehingga mataku yang lelah ini menjadi sedikit lebih segar.

Ketika sedang menikmati harumnya bunga-bunga, tiba-tiba aku melihat sesuatu yang menyilaukan. Sesosok malaikat. Yah! aku yakin itu adalah malaikat. Walaupun aku tidak melihat halo melayang di kepalanya, namun ia tidak bisa menutupi sayap putihnya yang besar di punggungnya. Aku sangat yakin ia adalah malaikat. Ia duduk lunglai di bangku taman. Kepalanya tertunduk dengan kedua tangan terus menutupi wajahnya, ia nampak bersedih. Cahaya di tubuhnya mulai meredup kemudian tidak berapa lama bercahaya kembali dan terus berulang seperti itu, pundaknya bergerak tak terkendali setiap ia mengambil nafas. Ia menangis! Ia menangis sesunggukan.

Kuhampiri malaikat malang itu, aku duduk di sampingnya, dengan ragu aku menyapa malaikat itu. ”Halo...” aku memaksakan senyumanku karena aku takut sekali dengan apa yang ada di hadapanku sekarang. Tidak setiap hari aku bisa bertemu dengan malaikat bukan? Malaikat itu tidak merespon sapaanku. Ia tetap pada posisinya, menangis. Aku bingung harus bagaimana, ingin rasanya aku langsung pergi meninggalkan malaikat ini, tapi ada rasa takut apabila aku meninggalkan malaikat ini begitu saja, nantinya kelak ia akan melapor kepada Tuhan dan aku tidak diijinkan masuk surga. Wah!berabe juga!

”halo”, Tiba-tiba malaikat itu membalas sapaanku. Aku tertegun sejenak karena baru saja sesosok malaikat menyapaku! Aku terpana dengan wajahnya. Matanya teduh, berwarna biru gelap namun terus berubah menjadi biru yang lebih terang seiring dengan berhentinya ia menangis. Kulitnya mulus seperti bayi, struktur tulangnya sempurna, seperti sosok model-model yang sering aku amati di majalah.

Saat ini keadaannya jauh lebih tenang. Susah untuk ditebak apakah malaikat ini berkelamin laki-laki atau perempuan. Aku berharap laki-laki, sehingga aku bisa tenang di surga nantinya bersamanya. Nampak ia sudah tenang, tidak ada airmata yang keluar dari matanya, hanya mata yang sembab. Ia tersenyum kepadaku. Senyumnya sedih, kemudian ia mulai bercerita kepadaku.

”Aku malaikat. Aku diutus untuk menyebarkan cinta di duniamu. Suatu hari aku turun di sebuah hutan, Aku melihat binatang-binatang dan pepohonan nampak bahagia, lalu aku merubah diriku menjadi sebuah pohon, aku menikmati menjadi pohon, memberikan udara yang sejuk dan keteduhan bagi binatang-binatang yang hidup di sekitarku, tapi kebahagiaan itu tidak berlangsung lama.”. ia berhenti sejenak, mulutnya gemetaran, ia menahan pedih, ia menenangkan dirinya sejenak dan melanjutkan ceritanya.

”...ada berberapa sosok sepertimu datang ke tempatku, mereka membawa alat yang dapat membunuh kami semua, sebuah alat yang bunyinya nyaring, dan memiliki gigi yang sangat tajam sehingga dapat membelah para pohon! Bayangkan betapa sakit apabila kami dikoyak dengan alat seperti itu! Aku pun berlari ketakutan, aku merubah diriku menjadi diriku sendiri...” matanya kembali biru gelap, lalu aku memutuskan untuk angkat bicara sebelum ia kembali menangis lagi, ”jadi itu sebabnya kamu menangis hebat, malaikat?”, si malaikat menengok ke arahku, lalu ia menatapku! Tidak berapa lama, ia kembali menundukkan kepalanya, ”Aku bersedih, tapi bukan karena itu aku menangis”

”Aku terus berlari dan terbang keluar dari hutan, karena lelah aku beristirahat di sebuah padang rumput yang sejuk, aku melihat banyak sapi sedang bersantai sambil memakan rumput. Mereka nampak tenang dan bahagia, aku pun memutuskan untuk menjadi sapi, dan kehidupan sapi memang menyenangkan. Setiap hari aku diberi makan oleh pemiliknya, hampir setiap hari aku bersantai di padang rumput, tapi suatu hari pemilikku menjual aku dan sapi-sapi yang lain, dan aku dibawa di sebuah tempat yang menyeramkan. Tempat itu sangat bau, bau busuk! dan penuh dengan darah, banyak kawananku telah terpotong-potong menjadi banyak bagian. Aku ingin muntah, lalu tidak berapa lama, seorang laki-laki dengan pisau yang teramat besar berjalan ke arahku, tak jauh di belakangnya teman-temannya mengikutinya.”

seharusnya aku bersimpati dengan dirinya, tapi entah saat ini aku malah menahan tawaku. Tidak sopan mentertawai malaikat. Entah balasannya akan separah apa. Tapi aku tidak bisa membayangkan si malaikat ini pernah menjadi seekor sapi dan memutuskan menjadi sapi! tapi aku memang tidak bijak apabila melihat hal ini sebagai lelucon. Setelah bisa menguasai diriku untuk tidak tertawa, aku kembali menyimak cerita malaikat tampan ini.

”...aku berhasil melarikan diri, aku sudah kembali ke diriku seperti semula. Lalu di sebuah kota, aku melihat satu keluarga yang nampak bahagia, mereka makan siang bersama di sebuah restoran, dan mereka nampak bahagia. Aku tahu, aku akan memutuskan menjadi manusia” Akhirnya!si malaikat ini memutuskan sebuah keputusan yang paling tepat!aku pikir, ia akan berubah menjadi rumput atau kecoa!

”Aku hidup di keluarga yang bahagia, aku banyak menemukan cinta dalam keluarga, tapi itu tidak berlangsung lama...aku dikirim ke medan perang. Aku dipaksa untuk membunuh, bahkan komandanku sendiri memaksaku membunuh manusia untuknya!Aku tidak mengerti kesalahan korbanku, aku tidak mengenal korbanku. Aku tidak berani menembaknya, komandanku terus mendesakku, lalu aku pun melepaskan peluru dari senjataku dan mengenai lengan tubuhnya, aku sangat takut. Lalu komandanku merampas senapanku dari tanganku, ia dengan santai menembakkan peluru tepat di kepalanya! Aku syok melihat kejadian itu, dan aku berusaha melarikan diri, namun tidak berapa jauh aku berlari, tiba-tiba sebuah peluru menembus dadaku, aku melihat ke arah belakangku, komandanku sendiri yang menembakku....”

Aku terdiam. Wajar ia sekarang seperti ini, aku pun akan sepertinya apabila melewati peristiwa semengerikan itu. Kami berdua terdiam sejenak. Lalu ia mulai bicara kembali, ”aku keluar dari tubuhku, lalu aku terbang tidak tentu arah, dan karena lelah aku pun berhenti di sebuah kota dan tiba-tiba mulai menangis.”

Wajah malaikat mulai murung, warna matanya mulai hitam, ”aku terus menangis, airmataku terus mengalir, lama-kelamaan air menggenang semata kaki, lalu sepinggang”. Aku mulai pusing mendengar ceritanya, terbayang kota tempat tinggalku terendam, orang berlarian panik, namun ia tidak berhenti bercerita, ”...lalu mulailah menenggelamkan isi kota, dan seluruh daratan di bumi...” Aku mulai melihat diriku tenggelam dalam banjir, kakiku tersangkut sesuatu dan aku tidak bisa melepaskannya. kemudian aku terbangun dari lamunanku, dan langsung bertanya kepada malaikat ”jadi itu sebabnya aku berada di tempat ini?”.

Malaikat itu hanya tersenyum, ia mengeluarkan sebuah benda yang bercahaya dari kantongnya, dan ternyata sebuah benda itu adalah halo miliknya, lalu ia menyodorkan barang bercahaya itu kepada diriku, ”mau menggantikan diriku?”.

8 comments:

Zee said...

Ide ceritanya bagus. Flow-nya enak.

Jadi malaikatnya laki-laki? Awalnya si "aku" gak tau si malaikat itu laki2 atau perempuan. Trus tiba2 di paragrap keberapa gituh, si "aku" sort of decided right on the spot bahwa malaikatnya laki-laki, tanpa mendeskripsikan gimana akhirnya dia tau kalo malaikat itu laki2. Jadi agak jumping. (sorry a reader like me selalu pengen tau kejadian secara detail, hehe... Bukan kritikal, cuma analitikal aja kok, hehe)

Trus, jadi endingnya dia gak di cubicle lagi? Soalnya dia bangun dari imajinasi dan tiba2 masih di tempat yg sama dengan malaikat itu. Bearti dia mati?
Apakah cerpen ini gayanya emang modern literature, dimana ending-nya terserah pada pembaca saja?

Zee said...
This comment has been removed by the author.
ari koeswardini said...
This comment has been removed by the author.
ari koeswardini said...

gosipnya nih zee...gosipnya...malaikat, dewa itu kelamin ga jelas, mereka tuh androgini, cewe dan cowo pun iya, jadi emang dibiarin gitu aja, si "aku" dibiarin beropini sendiri tanpa ada kelanjutan ini jadinya cowo apa cewe...bukan banci ya...

terus, iya si "aku" itu mati, karena banjir karena si malaikat menangis, hmmm...ada berberapa yang harus gue sedikit edit, thanks ya zee!

Zee said...

Ri, gak usah repot2 nyuruh gw liat blog lo tiap hari. Tanpa lo suruh pun, tanpa lo posting sesuatu yg baru pun. Tiap hari, tiap gw browsing, udah otomatis gw buka blog elo... Udah kayak facebook... :D

Anonymous said...

first time seeing u're blog... i'm stounded! asthonished!
really awsome!beautiful pictures and the story u wrote really flows.
like the story on the angel thing, gets me blank in the end of the story..hmm, is that one of the purpose of writing it? :)
btw, kenapa cuma nemu zee doang yang comment... hihihi
others also interesting, but keep it not to long might be better.
will read your blog more often !

Zee said...

Buat anonymous:
"Knapa cuma Zee doang yang comment"
- Karna Zee itu salah satu temen baiknya Ari yang sangat amat bener2 suka baca cerpen, novel, buku, dan suka baca blog2 orang gituh. Trus dia juga temen yg supportive gituh...if you wanna know the truth..hehe :D

Btw, Blog lo apa? Pasti suka nulis dan baca juga yah... ;)

Cheers!

Anonymous said...

hi zee...
noted, known u as "the most fanatic fans" of this girl hahaha..
well... maybe if i'm lucky and u're lucky, u'll get to see my scratches .. :P
for the mean time, lets wait for what this girl next story..